Akhlak dulu baru ilmu

“ Wahai Tuhan kami, utuslah kepada mereka seorang rasul dari kalangan mereka yang membacakan ayat ayatmu pada mereka, serta menyucikan mereka” QS. Al-Baqarah : 129.

Ayat tersebut terucap melalui lisan Nabi Ibrahim a.s. beliau mendahulukan ilmu atas pembinaan akhlak. Artinya beliau lebih mendahulukan aspek ilmu daripada akhlak.

Ayat yang disebutkan diatas tercantum sebanyak empat kali dalam al qur’an. Sekali disebutkan lewat lisan Ibrahim dan tiga kali langsung oleh Allah. Urutannya memang berbeda Allah SWT. Berfirman “ Sebagaimna Kami telah menyempurnakan nikmat kami pada kalian, kami telah mengutus kepada kalian seorang rasul dari kalangan kalian yang membacakan ayat ayat Kami kepada kalian, menyucikan kalian , mengajarkan kitab suci dan hikmah kepada kalian” QS. Al-Baqarah : 151. Di sini Allah mendahulukan proses penyucian diri (pembinaan akhlak ) daripada Ilmu.

Artinya dalam doa Nabi Ibrahim, Al-Qur’an mendahulukanilmu atas proses penyucian diri ( ia hanya satu ayat), sementara ketika redaksinya langsung oleh Allah, Al Qur’an mendahulukan proses penyucian diri (akhlak) atas ilmu (dalam Tiga ayat) Tampaknya engkau gembira dengan hasil yang ada, sebab engkau memang mencari kebenaran.

Seoalah olah mereka yang sedang menghafal Al-Qur’an berkata “ Selamat tinggal kesalahan yang ada” Jika ayatnya dengan redaksi dari Ibrahim, ilmu dulu baru akhlak. Namun jika redaksinya Allah maka Akhlak dulu baru ilmu..

Inilah tujuan pertama kita belajar akhlak, yaitu agar kita mengetahui bahwa” Aku di utus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak” dan “Kami tidak mengutusmu (wahai Muhammad) kecuali seagai rahmat bagi alam semesta” QS. Al- Anbiya : 107.